Berikut ini adalah contoh daftar pustaka sejarah. Apabila buku yang dijadikan acuan memiliki lebih dari dua pengarang, nama yang dicantumkan hanya nama pengarang pertama dengan ditambahkan kata “dkk”. Jika pengarang buku hanya dua orang, nama pengarang pertama tetap dibalik kemudian ditambah kata “dan” kemudian cantumkan nama penulis kedua tanpa dibalik.

Jika jumlah penulis lebih dari 3 orang, tidak semua nama penulis dicantumkan. Cantumkan nama penulis pertama, kemudian tambahkan singkatan dan kawan-kawan (dkk.) atau. Jika kamu menggunakan 2 sumber buku atau lebih yang kebetulan nama pengarangnya sama, maka kamu bisa mengurutkannya menurut tahun terbit.

Barulah kemudian tahun terbitnya (tidak masalah bila tidak ada tahunnya, Anda tinggal tulis “Tanpa Tahun”). Setelah itu, judul buku yang digunakan ditulis dengan huruf miring. cara menulis daftar pustaka dari jurnal Cara menenulis daftar pustaka dari jurnal juga memiliki beberapa bentuk sesuai dengan format-format standarnya atau gaya penulisan daftar pustaka yang digunakan.

Kemudian dilanjutkan dengan mencantumkan penulisan sumber yang memuat artikel tersebut. Penulisan nama koran disini harus dicetak sticking atau italic. Beri tanda kurung pada halaman yang memuat artikel tersebut. Berikut akan ditampilkan beberapa contoh daftar pustaka yang sumbernya berasal dari koran.

Tata tulis ilmiah tidak mengenal prinsip nama yang lebih dikenal di masyarakat, melainkan nama belakangnya, tanpa memperhitungkan jenis nama itu merupakan nama keluarga atau bukan. Daftar pustaka disusun menurut urutan abjad nama belakang penulis pertama. Antara satu pustaka dan pustaka berikutnya diberi jarak satu setengah spasi. Baris pertama rata kiri dan baris berikutnya menjorok ke dalam. Jangan lupa untuk menggunakan tanda titik (.) untuk membatasi setiap bagian dari informasi yang ada pada entri daftar pustaka. Untuk cara membuat daftar pustaka yang baik, Anda harus mengurutkan semuanya berdasarkan urutan abjad mulai dari huruf A hingga Z. Coba sesuaikan isi daftar pustaka dengan huruf di awalan nama-nama penulisnya.

Jika menggunakan referensi jurnal yang terdiri dari dua penulis, tetap tulis nama keduanya dari nama belakang terlebih dahulu, diikuti dengan inisial. Tuliskan tempat terbit buku yang kamu jadikan sebagai referensi lalu diikuti dengan tanda titik dua. Dalam hal ini, penulis berarti tidak mengutip secara utuh kalimat dari sumber acuan namun penulis merangkai kalimatnya sendiri. Kutipan tidak langsung atau biasa disebut parafrasa, umumnya tidak perlu menuliskan nomor halaman dari sumber yang dikutip. Daftar pustaka yang mempunyai penulis yang sama, harus sama-sama ditulis tapi diurutkan dengan tanggal publikasi yang paling awal. Jadi tidak boleh asal tulis semuanya saja, melainkan yang lebih awal diterbitkan maka yang pertama ditulis. Menghindari adanya tuduhan plagiat atau penjiplakan sebuah tulisan ataupun karya lainnya.

Biasanya, hal-hal yang perlu dicantumkan dalam menulis daftar pustaka adalah nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit. Tidak berbeda jauh dengan penulisan dari sumber berupa buku, teman-teman word play here perlu mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, hingga kota dan nama penerbit. Hanya saja, ada perbedaan penulisan untuk beberapa urutan tersebut, yakni sebagai berikut. Penulisan daftar pustaka dari skripsi tidak jauh berbeda dengan penulisan daftar pustaka pada umumnya. Perbedaan yang terdapat pada penulisan daftar pustaka disini adalah nama universitas menjadi pengganti nama penerbit.

Semuanya memberikan pengaruh yang signifikan atas cara penulisan daftar pustaka itu sendiri. Semoga selalu dalam keadaan sehat ya, kali ini kamu akan belajar bagaimana membuat daftar pustaka yang baik dan benar yang sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah. Referensi dalam penulisan karya ilmiah yang kemudian dikutip bisa berasal dari mana saja, baik buku teks, majalah, koran, artikel di net, dan lain sebagainya. Tentu saja cara penulisan daftar pustaka untuk masing-masing sumber berbeda-beda. Biar gak bingung, berikut ini adalah penjelasan cara penulisan daftar pustaka untuk tiap-tiap jenis sumbernya. Penulisan daftar pustaka yang benar mutlak menjadi syarat sebuah karya dapat disebut karya akademik atau tidak. Tanpa referensi, kredibilitas dan kepantasan karya ilmiah tersebut dipertanyakan.

cara menulis daftar pustaka dari jurnal

Hal ini dilakukan agar karya yang diterbitkan tidak dicap sebagai plagiarisme dengan mencantumkan daftar pustaka sebagai sumber penulisan. Terdapat beberapa cara untuk mencantumkan sumber penulisan di suatu karya tulis. Biasanya ditempatkan pada akhir karya tulis dan disusun berdasarkan urutan abjad.

Perlu dipahami dengan benar dan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan saat membuat dan mencantumkan daftar pustaka pada karya tulis. Perhatikan dengan seksama contoh daftar pustaka yang telah disebutkan di atas untuk lebih memahami pembuatan daftar pustaka. Jika karya tersebut tidak diterbitkan maka cantumkan juga kata “tidak diterbitkan” di akhir kalimat daftar pustaka. Tetapi jika telah diterbitkan maka tidak perlu lagi mencantumkan penyataan bahwa karya tersebut telah diterbitkan. Berikut ada beberapa contoh daftar pustaka yang sumbernya dari skripsi/tesis/disertasi.